The Problem of the Position and Authority of the IKN Authority in the Context of Indonesian Democracy
https://doi.org/10.35706/positum.v10i2.13238
Keywords:
Akuntabilitas Publik, Demokrasi Konstitusional, Otorita IKNAbstract
The relocation of Indonesia’s capital city to East Kalimantan, as regulated by Law No. 3 of 2022, presents major constitutional and democratic challenges. The Nusantara Capital Authority, a non-elective body with a “ministerial-level” status, wields extensive powers in governance, licensing, and investment without a local legislative oversight mechanism such as a regional council (DPRD). This institutional design creates legal ambiguity, concentrates executive power, and risks violating the principles of checks and balances and popular sovereignty enshrined in the 1945 Constitution. Moreover, land acquisition processes in the IKN area reveal weak protection of indigenous rights and disregard for the free, prior, and informed consent (FPIC) principle, resulting in spatial injustice and weakened social legitimacy. Using a normative legal approach that combines statutory, conceptual, and historical analyses, this study concludes that the current institutional model of the Capital Authority is inconsistent with the principles of democratic rule of law and good governance. The study recommends revising the IKN Law to clarify the legal status and limit the authority’s powers, while establishing a local legislative body to ensure accountability, public participation, and protection of indigenous rights.
Keywords: Nusantara Capital Authority; Constitutional Democracy; Public Accountability.
Downloads
References
Asshiddiqie, Jimly. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Konstitusi Press, 2006.
Dryzek, John S. Deliberative Democracy and Beyond: Liberals, Critics, Contestations. New York: Oxford University Press, 2000.
Habermas, Jürgen. Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy. Cambridge, MA: MIT Press, 1996.
Montesquieu, Charles de Secondat. The Spirit of the Laws. Buku XI, Bab 6. Diterjemahkan oleh Thomas Nugent, edisi revisi oleh J. V. Prichard. London: G. Bell & Sons, Ltd., 1914.
Purwati, A. Metode Penelitian Hukum: Teori dan Praktik. Surabaya: Jakad Media Publishing, 2020.
Ahliyan, Yusqiy. “Political Will Sistem Otorita IKN (OIKN) dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.” Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam 2, no. 2 (2022): 246–262.
Al-Hamid, Syarif Anwar Said, Ade Arif Firmansyah, dan Siti Khoiriah. “Kedudukan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Ketatanegaraan Indonesia.” Jurnal Hukum & Pembangunan 53, no. 4 (2023): 741–766.
Amin, M., dan Alwi Dahlan Ritonga. “Diversity, Local Wisdom, and Unique Characteristics of Millennials as Capital for Innovative Learning Models: Evidence from North Sumatra, Indonesia.” Societies 14, no. 12 (2024):1-21. https://doi.org/10.3390/soc14120260.
Antony, A., M. C. Dewi, dan J. E. Louis. “Building Deliberative Democracy in Indonesia: Democracy Future and the Future of Democracy.” Jurnal Kajian Pembaruan Hukum 5, no. 1 (2025): 11–26. https://doi.org/10.19184/jkph.v5i1.53689.
Caesar, R. H. “Existence of Authority Nusantara Capital City in Perspective of Local Government Law.” Constitutionale 5, no. 2 (2025): 99–110.
Devinta, Leni, dan M. Nur Rofiq Addiansyah. “Politik Peminggiran Masyarakat Adat di Balik Pembangunan Ibu Kota Nusantara.” Jurnal Masyarakat Indonesia 50, no. 2 (2024): 301–316.
Filgueiras, F., L. Lui, T. G. Rosa, dan G. Candido Ferreira. “The Institutional Design of Data Governance in Brazil: Entropy, Restrictiveness and Institutional Grammar.” Policy Design and Practice 8, no. 1 (2025): 64–88.
Hadi, Fikri, dan Farina Gandryani. “Konstitusionalitas Otorita Ibu Kota Nusantara sebagai Bentuk Pemerintahan Daerah.” Majalah Hukum Nasional 52, no. 1 (2022): 70–87.
Jabbar, Achmad Arbi’ Nur Badrotin, dan Ikhsan Fatah Yasin. “Potensi Hilangnya Hak Demokrasi Masyarakat IKN Terkait Sistem Pemilihan Kepala Otorita IKN dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.” Justitiable 7, no. 2 (2025): 121–133.
Listiningrum, Prischa, Muhammad Anis Zhafran Al Anwary, Aan Eko Widiarto, Riana Susmayanti, dan Sherlita Nurosidah. “The Space Between Us: Questioning Multi-Spatial Justice in the Upcoming Indonesia’s Capital.” Journal of Human Rights, Culture and Legal System 3, no. 3 (2023): 706–730.
Marramis, Adela Magdalena Jonathan, Sri Roekminiati, Zainal Fatah, dan Dendy Homeland Wirawan. “Analysis of Government Administration Systems in Indonesia, Malaysia, Vietnam.” International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR) 3, no. 1 (2025): 95–116.
Nugrohosudin, Ervin. “Kedudukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.” Jurnal Legislatif 5, no. 2 (2022). https://doi.org/10.20956/jl.v5i2.21002.
Raudhah, Putri, dan Nia Kurniati. “Existence of the Land Bank Agency in the Context of Investment Development in Indonesia.” Rechtidee 19, no. 2 (2024): 240–264.
Sihombing, Metho P., dan Daniel Pradina Oktavian. “Analisis Hukum Pembentukan Daerah dan Penyelenggaraan Pemerintahan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Ditinjau dari Perspektif Otonomi Daerah.” Jurnal Pendidikan dan Konseling 4, no. 5 (2022): 1039–1051.
Siswantoro. “Analisis Tingkat Kesiapan Anggaran dan Pembiayaan Indonesia dalam Memindahkan Ibu Kota Negara: Studi Kepustakaan.” Jurnal Studi Kebijakan Publik 1, no. 1 (2022): 27–41.
Tyler, Tom R. “What Is Procedural Justice? Criteria Used by Citizens to Assess the Fairness of Legal Procedures.” Law & Society Review 22, no. 1 (1988): 103–136.
Utari, Anak Agung Adik Sri, dan Ni Luh Gede Astariyani. “Politik Hukum Revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara: Antara Kenyataan dan Harapan.” Sovereignty 2, no. 2 (2023): 170–187.
Wibowo, Torik Abdul Aziz. “Politik Hukum Desain Otonomi Khusus Ibu Kota Nusantara.” Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam 2, no. 2 (2022): 214–226.
Lazuardito, Muhammad Rizky, dan Ahmad Sadzali. “Analisis Yuridis Kewenangan Presiden dalam Penunjukan Kepala Otorita Ibu Kota Negara.” Dalam Prosiding Seminar Hukum Aktual: Climate Change and the Rule of Law, 24–37. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, 2024.
Nasution, Anwar. “The Government Decentralization Program in Indonesia.” Dalam Central and Local Government Relations in Asia, 276–305. Cheltenham: Edward Elgar Publishing, 2017.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. “Putusan MK No. 35/PUU-2012: Kehutanan.” 2025. https://www.aman.or.id/wp-content/uploads/2018/05/putusan_sidang_35-PUU-2012-Kehutanan-telah-ucap-16-Mei-2013.pdf.
BBC Indonesia. “Ibu Kota Nusantara: Tanpa Gubernur dan DPRD, Otorita IKN Dikhawatirkan ‘Melahirkan Kekuasaan yang Sewenang-wenang’ dan Tidak Demokratis.” Diakses 15 April 2025. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-60055456.
ELSAM. “Pemindahan Ibu Kota Negara Sarat Masalah, Tidak Menjawab Persoalan Struktural!” Diakses 15 April 2025. https://www.elsam.or.id/siaran-pers/pemindahan-ibu-kota-negara-sarat-masalah-tidak-menjawab-persoalan-struktural.
Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara. “Otorita IKN dan Tantangan Hukum Administrasi Negara di Era Tata Kelola Baru.” 17 April 2025. https://fh.untar.ac.id/2025/04/17/otorita-ikn-dan-tantangan-hukum-administrasi-negara-di-era-tata-kelola-baru/.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. LN.2008/No.166, TLN No.4916.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. LN.2014/No.244, TLN No.5587 jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. LN.2022/No.4, TLN No.6757.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. LN.2014/No.6, TLN No.5494 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. LN.2023/No.141, TLN No.6897.
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. LN.2022/No.41, TLN No.6766.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yassir Arafat, Fawaid Fawaid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Naskah yang diserahkan penulis haruslah sebuah karya yang tidak melanggar hak cipta (copyright) yang ada.
2. Hak publikasi, editing, dan pengunggahan atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/ dipublikasikan dalam situs Jurnal Jurnal Hukum Positum ini dipegang oleh Dewan Redaksi dan pengelola Jurnal dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
3. Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, Dewan Redaksi dan pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.
4. Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti dengan izin penulis, artikel dapat didistribusikan ke pihak lain bukan untuk tujuan komersial dan tidak merubah bentuk aslinya.

Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Singaperbangsa Karawang